Skip to main content

Posts

Pangkalan Bun, Peradaban nun jauh di Barat,,,

Pangkalan Bun 19 Desember 2008 Untuk pertama kalinya aku posting di kota Pangkalan Bun, sebuah kota yang menjadi tempatku bernaung untuk waktu yang tak ditentukan,,,, Setelah lelah dengan perjalanan panjang Palangka Raya - Pangkalan Bun, melewati kota Sampit, 10 Jam perjalanan, akhirnya aku sampai juga di kota ini,,,, dan kantorku tercinta KPP Pratama Pangkalan Bun Pangkalan Bun, Sebuah kota yang bersahaja namun anggun dengan balutan hampatan hijau pegunungan, klo dilihat dengan seksama, kota ini teksturnya mirip dengan Semarang, Penuh liku-liku pegunungan yang naik turun, dan hawa sejuk dipagi hari. Aku bersyukur ditempatkan di kota ini, meski bukan kota besar, namun jalan menuju kampung halamanku terbuka lebar, Pangkalan Bun - Semarang, lewat Udara dan Air,,,, Purbalingga, kotaku tercinta... sampai kapan ingsun disini, sudah lama kita tak bersua,,,,, Dan, disinilah, dikota ini,,, perjalanan hidupku berlangsung kembali,,,,

Good Bye Palangka Raya

Palangka Raya 26 November 2008 Sabtu tanggal 22 November jam 11 malem, lagi asik2nya kuw n temen2 main bilyar tiba-tiba ada kabar.... SK Mutasi udah keluar.... Ya Allah, ternyata aku dipindahkan, dari Palangka Raya ke Pangkalan Bun, sedih juga ninggalin temen-temen yang udah hampir 5 Bulan bareng-bareng di 1 Kontrakan. Sejenak aku merenung, banyak sekali kenangan indah bersama-sama di perantauan ini... Perjalanan Pertama Kami Duit Kontrakan 1 Tahun Kontrakan yg Nyaman Bersama Sahabat di Pinggir Sungai Kahayan Makan malam di Cafe banyak kenangan yang tak dapat direkam oleh kamera, namun akan selalu ada di diri masing2 orang..... good bye palangka raya, good bye kota cantik,,,,

Jika....

Palangka Raya 17 November 2008 Jika aku mengerti… Jika aku paham… Begitulah sebuah kesadaran yang tertunda Yang ada hanya hampa Tiap butir debu dan bongkahan batu memiliki makna Bahwa tiap ciptaan-Nya tiada yang sia-sia Jadikan masalahku ini menjadi bagianku yang tertunda Bukan semata-mata untuk dijauhi atau diselesaikan Namun sebagai bahan pelajaran untuk mengerti apa arti sebuah perjuangan hidup Apakah ada seseorang yang menungguku setia disana? Sebuah pertanyaan atau permintaan? Pujaanku kini membeku Hanya sebuah patung tak bernyawa Entah kapan ia akan mencair dan riang seperti dulu Masa lalu yang tertutup gerbang abadi

Ketidakpastian

Palangka Raya 14 November 2008 Kadang kita bisa berharap, memiliki impian-impian… atau bahkan merencanakannya, Namun itu semua adalah berujung pada ketidakpastian. Harapan boleh menggebu, impian boleh setinggi-tingginya dan rencana boleh sesempurna mungkin,,,, namun,,,, tidak pasti bahwa hal itu akan menjadi apa yang kita inginkan. Seperti dirikuw ini yang menunggu sesuatu, hanya dengan harapan, impian dan rencana agar semua menjadi lancer, namun ternyata yang terjadi adalah diluar apa yang ak inginkan. Seperti memilih kucing dalam karung, kita tidak pernah tahu, kucing mana yang kita pilih, kita hanya dapat berharap kucing itu sesuai yang kita inginkan, atau setidaknya lebih baik. Bersyukurlah bagi kalian yang bermimpi kemudian menjadi kenyataan sesuai dengan apa yang diimpikan, Bersyukurlah juga bagi kalian yang bermimpi kemudian menjadi kenyaataan meski tak sesempurna impian, Bersyukurlah juga bagi kalian yang bermimpi kemudian menjadi kenyataan meski tak sesuai harapan Karena semu...

Met Heroes Day....

Palangka Raya 10 November 2008 Pada hari ini, diperingatinya hari pahlawan. Namun di kantor ga ada aktifitas yang menonjol yang seirama kegiatan tersebut. Memang benar kata orang, seiring perjalanan waktu, dimana keadaan dalam keadaan damai dan tentram, maka makin banyak orang-orang melupakan hal-hal di masa lalu yang kelam. Buat para pahlawanku, kupersembahkan sebuah puisi yang aku buat sesuai dengan apa yang terlintas di benak. Pahlawanku… Sahabat bagi sang bambu Bersama saling menderu Melintasi jalan penuh debu Kau juru kunci kemerdekaan Jasamu tak terelakan Meski waktu tak terhenti Ingatan kami padamu tak bertepi Hari ini kami persembahkan untukmu Sebagai tanda jasa bagimu Biar apa kata dunia nantinya Kami tak kan gentar meski teraniaya Hmm…. Kuw ga bisa mbayangin hidup di tengah perang, dimana kebebasan terkekang. Kuw ga bias mbayangin, betapa bahagianya generasi kami, hidup di zaman indah seperti ini. Semoga bagi para pendahulu kita, diberikan tempat yang terindah ...

Perlukah?

Palangka Raya 7 November 2008 Manusia ditakdirkan sebagai mahluk sosial, yang berarti membutuhkan orang lain untuk hidup. Terkadang itulah yang menjadi dasar komunikasi dua arah, antara manusia dengan manusia. Sesungguhnya apakah benar bahwa manusia tidak dapat hidup tanpa manusia yang lain??? Bagaimana bila kita terdampar di pulau tak berpenghuni? Dimana tak satupun manusia ada? Secara logika, insting untuk bertahan hidup akan menjadi motorik manusia untuk mencari pertolongan. Meski tak tahu jalan yang akan ia tempuh, naluri membimbingnya. Layaknya sebuah benang tembus pandang yang menjadi pedoman. Panjang pendeknya benang itu tergantung tingkat kesabaran. Bila ia putus asa, maka benang itu akan terputus. Oleh sebab itulah belum tentu seorang manusia akan membutuhkan orang lain. Namun beda kasus bila yang dibutuhkannya itu adalah untuk melanjutkan keturunan.