Skip to main content

Sisi lain dari sebuah kehidupan,,,

Pangkalan Bun
20 April 2009



Dear Blogger,,,
Jumat kemarin aku dinas luar ke Kabupaten Lamandau, sebuah wilayah di utara Pangkalanbun.
Perjalanan kami tempuh dalam waktu 3 jam menggunakan kendaraan mobil dinas,,, aku, kasi dan keluargannya.

Sepanjang perjalanan yang aku lihat benar2 menakjubkan,,,, ternyata cerita itu sekarang bisa aku ligat dengan mata kepalaku sendiri..

Sebuah perkampungan pekerja daerah penggalian batu-batu.

Ini adalah kampong termporer yang hanya dihuni untuk waktu yang tidak lama,,, namun bila dilihat, keadaannya benar2 seperti sebuah komunitas yang utuh, mereka saling Bantu membantu untuk hidup karena mereka tahu, mereka senasib sepenanggungan,,,,

Sungguh berat perjuangan mereka para pemecah batu dan keluarganya,,, hidup dalam keterbatasan fasilitas,,,,

Berbeda dengan keadaan daerahku di jawa tengah,,, sudah jarang terlihat pemandangan seperti ini, gedung-gedung dan perumahan telah merampas lahan,,,,

Segala fasilitas bertebaran dimana-mana,,, segala kemudahan dalam menggunakan segala sesuatunya…






Dengan DL nya aku di lamandau, berarti telah lengkap sudah 3 kabupaten yang menjadi wilayah kerja kantorku aku alami,,,,

Karena Pengalaman lebih mahal dari segenggam Uang,,,,

Comments

MENGGUGAT PUTUSAN SESAT HAKIM BEJAT

Putusan PN. Jkt. Pst No.Put.G/2000/PN.Jkt.Pst membatalkan Klausula Baku yang digunakan Pelaku Usaha. Putusan ini telah dijadikan yurisprudensi.
Sebaliknya, putusan PN Surakarta No.13/Pdt.G/2006/PN.Ska justru menggunakan Klausula Baku untuk menolak gugatan. Padahal di samping tidak memiliki Seritifikat Jaminan Fidusia, Pelaku Usaha/Tergugat (PT. Tunas Financindo Sarana) terindikasi melakukan suap di Polda Jateng.
Ajaib. Di zaman terbuka ini masih ada saja hakim yang berlagak 'bodoh', lalu seenaknya membodohi dan menyesatkan masyarakat, sambil berlindung di bawah 'dokumen dan rahasia negara'.
Statemen "Hukum negara Indonesia berdiri diatas pondasi suap" (KAI) dan "Ratusan rekening liar terbanyak dimiliki oknum-oknum MA" (KPK); adalah bukti nyata moral sebagian hakim negara ini sudah terlampau sesat dan bejat. Dan nekatnya hakim bejat ini menyesatkan masyarakat konsumen Indonesia ini tentu berdasarkan asumsi bahwa masyarakat akan "trimo" terhadap putusan tersebut.
Keadaan ini tentu tidak boleh dibiarkan saja. Masyarakat konsumen yang sangat dirugikan mestinya mengajukan "Perlawanan Pihak Ketiga" untuk menelanjangi kebusukan peradilan ini.
Siapa yang akan mulai??

David
HP. (0274)9345675
Lamandau adalah salah satu kabupaten termuda di Kalteng. Jadi masih tahap berkembang.
Wah wah, jadi pegawai enak yah bisa jalan2. Saya aja yang dah bertahun2 di sana cuma di pbun doank. Pernah ke praya sekali doank, trus ke sampit mah cuma lewat.
T_T

=aRSYIL=
-=Pradzt=- said…
Ya begitulah nasib pegawai,,, he3x,,,

Popular posts from this blog

Gathering LoL ke 3

Gathering Guild Game Online Ragnarok Online Guild : Legend of Light Server : Rebirth Idro Lokasi : Margo City Mall, Depok Tanggal : 2011

Flashback 1 Dekade

Bismillah “Bukanlah lingkungan yang membentuk Anda, namun cara Anda bereaksi pada lingkungan yang membentuk Anda.” – Anne Ortlund Tak terasa sudah hampir 10 Tahun (2008-2017) saya menjalani profesi sebagai pegawai Direktorat Jenderal Pajak, sebuah institusi yang amat krusial sebagai tulang punggung keuangan negara (lebih dari 75% APBN dipungut dari pajak). Saya berasal dari Purbalingga, Jawa Tengah. Sebuah kota di sebelah barat Provinsi Jawa Tengah. Anak dari kedua orang tua yang berprofesi sebagai PNS, Ayah seorang Guru SMP dan Ibu PNS Pemkab Purbalingga. Saya sebelumnya bersekolah di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara, Program Diploma I Spesialisasi Administrasi Perpajakan. Dimana tempat kuliahnya di Balai Diklat Keuangan III Yogyakarta di Kalasan, Sleman. Setelah kuliah, saya magang di KPP Pratama Wonosari, berlokasi di Jl. Ringroad Utara, Yogyakarta. Saya magang di Sub Bagian Umum dan Seksi Pelayanan. Setelah kurang lebih 1 Tahun menjalani proses magang di K...

Kuala Kapuas, Kota Air di Ujung Tenggara Kalimantan Tengah

Tanggal 28 November yang lalu, Setelah 8 Tahun berkerja di KPP Pratama Pangkalan Bun akhirnya saya dipindahkan di unit kerja KP2KP Kuala Kapuas dibawah naungan KPP Pratama Palangka Raya. Kuala Kapuas, sebuah kota kecil sebagai kota satelit bagi Banjarmasin karena lokasinya yang hanya ditempuh kurang lebih 1 jam dari Banjarmasin. Kota ini meskipun masuk ke wilayah Provinsi Kalimantan Tengah namun secara geografis, lebih dekat ke Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan dibanding ke Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya. Penduduk asli di Kabupaten Kapuas adalah suku bangsa  Dayak Ngaju , yang terdiri dari dua suku, yaitu uluh Kapuas – Kahayan yang mendiami sepanjang tepian sungai Kapuas - Kahayan bagian hilir dan tengah, dan uluh  Ots Danum  yang mendiami sepanjang tepian sungai Kapuas - Kahayan bagian hulu. Penyebaran penduduk di sepanjang tepian sungai tersebut, tidak dapat diperkirakan ruang dan waktunya secara tepat, karena tidak adanya peninggalan yan...