Skip to main content

Membangun Hidup di Paruh Usia 23


Usia 23 sebuah karya Tuhan yang luar biasa. Dimana usia-usia ini adalah sudah saatnya merencanakan hidup kita kedepannya.

Seperti aku yang kini telah menginjak usia 23, hidup selama di perantauan kurang lebih 4 Tahun membuatku semakin mandiri dalam menjalanin problematika kehidupan dan mencari pemecahannya.

Untuk orang seumuranku adalah saatnya mencari calon pendamping hidup untuk nantinya kelak di usia 24 atau 25 tahun akan menjalani sebuah ritual suci pernikahan dan babak kehidupan baru.

Karir sudah ditangan , dengan menjadi seorang PNS diinstitusi bernama Direktorat Jenderal Pajak memberikan jaminan penghasilan tetap dan lebih dari cukup. Hal itulah yang menjadi modal kelak.

Tetap terbesit dibenakku untuk dapat kembali ke kampung halaman tercinta di Purbalingga, Jawa Tengah. Selama ini aku pulang hanya 2 kali selama 1 tahun.

Di kantor ini setelah mutasinya Kepala Seksi yang lama kini aku berganti atasan, beliau adalah seorang wanita. Satu-satunya Kepala Seksi wanita di kantor ini.

Semoga di tahun 2011 dan di usiaku yang ke 23 kehidupanku lebih baik dari yang lalu.

Spesial for :

Comments

SecretLover said…
cepet ndang nikah mas-e.. ^^
Biar cerita selanjutnya:

"Membangun Hidup di Usia 24"
- D3 Khusus
- Nikah
- Blablabla
nuhireview said…
semoga harapannya bisa segera terwujud.

Popular posts from this blog

Gathering LoL ke 3

Gathering Guild Game Online Ragnarok Online Guild : Legend of Light Server : Rebirth Idro Lokasi : Margo City Mall, Depok Tanggal : 2011

Flashback 1 Dekade

Bismillah “Bukanlah lingkungan yang membentuk Anda, namun cara Anda bereaksi pada lingkungan yang membentuk Anda.” – Anne Ortlund Tak terasa sudah hampir 10 Tahun (2008-2017) saya menjalani profesi sebagai pegawai Direktorat Jenderal Pajak, sebuah institusi yang amat krusial sebagai tulang punggung keuangan negara (lebih dari 75% APBN dipungut dari pajak). Saya berasal dari Purbalingga, Jawa Tengah. Sebuah kota di sebelah barat Provinsi Jawa Tengah. Anak dari kedua orang tua yang berprofesi sebagai PNS, Ayah seorang Guru SMP dan Ibu PNS Pemkab Purbalingga. Saya sebelumnya bersekolah di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara, Program Diploma I Spesialisasi Administrasi Perpajakan. Dimana tempat kuliahnya di Balai Diklat Keuangan III Yogyakarta di Kalasan, Sleman. Setelah kuliah, saya magang di KPP Pratama Wonosari, berlokasi di Jl. Ringroad Utara, Yogyakarta. Saya magang di Sub Bagian Umum dan Seksi Pelayanan. Setelah kurang lebih 1 Tahun menjalani proses magang di K...

Kuala Kapuas, Kota Air di Ujung Tenggara Kalimantan Tengah

Tanggal 28 November yang lalu, Setelah 8 Tahun berkerja di KPP Pratama Pangkalan Bun akhirnya saya dipindahkan di unit kerja KP2KP Kuala Kapuas dibawah naungan KPP Pratama Palangka Raya. Kuala Kapuas, sebuah kota kecil sebagai kota satelit bagi Banjarmasin karena lokasinya yang hanya ditempuh kurang lebih 1 jam dari Banjarmasin. Kota ini meskipun masuk ke wilayah Provinsi Kalimantan Tengah namun secara geografis, lebih dekat ke Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan dibanding ke Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya. Penduduk asli di Kabupaten Kapuas adalah suku bangsa  Dayak Ngaju , yang terdiri dari dua suku, yaitu uluh Kapuas – Kahayan yang mendiami sepanjang tepian sungai Kapuas - Kahayan bagian hilir dan tengah, dan uluh  Ots Danum  yang mendiami sepanjang tepian sungai Kapuas - Kahayan bagian hulu. Penyebaran penduduk di sepanjang tepian sungai tersebut, tidak dapat diperkirakan ruang dan waktunya secara tepat, karena tidak adanya peninggalan yan...