Skip to main content

Welcome To DJP

A. BAHAN PERSIAPAN BERGABUNG DENGAN DJP

Setiap pekerjaan membutuhkan ”bahan” yang matang agar dalam ,melaksanakan pekerjaan tersebut hanya mengalami kegagalan yang minim. Termasuk di dalamnya mempelajari materi” yang berhubungan langsung dengan pekerjaan tersebut.Begitu pula yang harus dilakukan untuk memasuki dunia perpajakan di lingkungan DJP.Banyak beberapa hal yang harus dilakukan dalam rangka persiapan tersebut.
a. Mengenal secara dasar tentang DJP
Direktorat Jendral Pajak(DJP)merupakan suatu institusi pemerintah yang berada di bawah naungan Departemen Keuangan .DJP didirikan untuk mengelola penerimaan negara dari dalam negeri melalui sektor pajak.Peranan pajak dalam pembangunan Indonesia semakin besar dan penting seiring dengan makin berkurangnya kontribusi penghasilan dari sektor migas.Oleh karena itu DJP mempunyai peran yang vital sebagai institusi tulang punggung penerimaan negara.Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diketahui sebagai pengenalan awal terhadap Direktorat Jendral Pajak:

Visi dan Misi DJP
Visi DJP yaitu menjadi model pelayanan masyarakat yang menyelenggarakan sistem dan manajemen perpajakan kelas dunia yang dipercaya dan dibanggakan masyarakat..
Misi DJP yaitu menghimpun penerimaan negara dari sektor pajak yang mampu menunjang kemandirian pembiayaan pemerintah berdasarkan Undang-Undang Perpajakan dengan tingkat efektivitas dan efisiensi yang tinggi.
DJP merupakan suatu kesatuan organisasi, oleh karena itu seperti layaknya organisasi lainnya mempunyai suatu struktur organisasi tersendiri.
Struktur DJP adalah sebagai berikut:
Eselon I : Direktur Jenderal Pajak
Eselon II : Sekretaris Ditjen, Direktur pimpinan Direktorat dalam DJP dan Kepala Kanwil
Eselon III : Kabag di Kanwil, Kepala KPP
Eselon IV : Kasi di Kanwil, Kabag di KPP
Pejabat-pejabat Fungsional:
Account Representative, Penyidik, Pemeriksa, Juru Sita

b. Mengenal Tugas dan Fungsi Pegawai DJP
Ketika kita akan memasuki suatu institusi, wajib bagi kita untuk paham tugas dan fungsi pegawai sebagai penggerak roda suatu organisasi. Sebagai unsur terdasar dari DJP nantinya, kita sebagai pelaksana memiliki tugas dan fungsi untuk melaksanakan kegiatan secara langsung atau terjun ke lapangan atau disebut sebagai praktisi. Makin tinggi jabatan yang dipegang baik secara struktural maupun fungsional makin besar tanggung jawab terhadap masing-masing prosedur.

c. Pendidikan dan Pelatihan
Menjadi pegawai DJP juga butuh pendidikan dan pelatihan yang memadai dan berkelanjutan, seiring perkembangan zaman dan teknologi, permasalahan dalam perpajakan kian rumit. Oleh karena itu diadakanlan diklat-diklat dan tugas belajar bagi para pegawainya. Sebagai contoh adalah Diklat Pranata Komputer, Diklat Penyuluhan, Diklat Juru Sita dan lain sebagainya

d. Rekruitmen Pegawai DJP
Dalam berprofesi sebagai pegawai DJP atau yang dinamakan Fiskus, tak lain dan tak bukan adalah sama saja meniti karir dalam pekerjaan. Sistem rekruitmen yang dilaksanakan oleh Departemen Keuangan adalah melalui dua jalur, yakni melalui STAN sebagai rekruitmen golongan 2 dan melalui Sarjana sebagai rekruitmen golongan 3. kita sebagai rekruitmen dari STAN merupakan calon pegawai golongan 2, STAN sebagai sekolah kedinasan dibawah naungan departemen keuangan adalah jalan yang dinilai paling cepat dan mudah menjadi pegawai Departemen Keuangan, hal inilah yang menyulut animo besar bagi para lulusan SMA untuk mengikuti ujian masuk STAN.
STAN sendiri dibagi menjadi 2 Prodip yakni D1 dan D3, selain itu juga ada D4 Akuntansi setara Sarjana dan D3 khusus. Kita sebagai Mahasiswa Prodip 1 Keuangan memiliki masa belajar 1 tahun, setelah lulus kita magang di instansi sesuai spesialisasi selama kurang lebih 1 th. Sehabis magang, akan ada Prajabatan yakni diklat pemantapan menjadi CPNS. Setelah lulus Prajab maka kita akan ditempatkan dan tinggal menunggu SK PNS.

e. Meniti Karier
Setelah melalui program diploma keuangan STAN, kita akan masuk ke organisasi DJP atau di lingkungan Depkeu. Hal ini merupakan awal untuk meniti karier kita di pekerjaan. Untuk prodip 1, nantinya akan diangkat sebagai pegawai golongan II A. Tapi sebelum diangkat sebagai pegawai kita harus melalui berbagai tahap. Setelah lulus, kita akan menjalani masa magang di tempat yang telah ditentukan kantor pusat. Masa magang merupakan sarana pengenalan terhadap lingkungan pekerjaan. Proses magang sendiri akan berakhir setelah SK calon pegawai negeri sipil diterbitkan.baru setelah itu menjalani sebagai capeg.untuk diresmikan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil di DJP, kita harus menjalani tes sendiri yang disebut Prajab. Setelah lulus prajab kita resmi menjadi CPNS. Dan tinggal menunggu SK PNS.
Kenaikan pangkat PNS yaitu empat tahun sekali dan dimungkinkan kenaikan pangkat dapat dipercepat dengan kesetaraan pangkat. Hal itu dapat dilakukan dengan menempuh pendidikan di luar jam kerja.
Selain itu ada jabatan fungsional pegawai, bagi pejabat fungsional mereka naik pangkat melalui kredit point, sehingga mereka kebanyakan lebih cepat naik pangkat dari pada pejabat struktural.

B. PERSIAPAN DIRI BERGABUNG DENGAN DJP

Selain mengetahui bahan-bahan persiapan bergabung dengan DJP,kita juga harus mempersiapkan hal-hal yang berhubungan dengan diri kita sendiri yaitu:
a.meningkatkan religius
dengan peningkatan religi ,iman dan ketaqwaan kita semakin bertambah.dengan iman dan taqwa tersebut kita akan terhindar dari perbuatan tercela.dengan iman dan taqawa kita juga akan terhindar dari stress karena pekerjaan yang kita jalani. Tanpa iman dan taqwa kita akan kehilangan jati diri kita sebagai manusia yang mempunyai akal dan budi pekerti. Oleh karenanya iman dan taqwa diperlukan dalam bekerja.
b.Mawas Diri (Anti Korupsi)
Kita sering mendengar tentang korupsi, terlebih lagi saat kita bekerja, kemungkinan untuk melakukan korupsi terbuka lebar. Hal itulah yang haru kita waspadai, terlebih lagi kita bekerja di Institusi Pemerintah yang mengelola keuangan negara.
PP 30 th. 1980 merupakan peraturan pegawai negeri yang menjerat segala perilaku menyimpang yang dilakukan PNS, dtambah KMK 222 yang mengatur Kode Etik PNS di lingkungan DJP.
Peningkatan Iman dan Takwa serta Pola Hidup Sederhana bisa diterapkan demi mencegah terjadinya korupsi yang berakhir pada pemecatan dan masuk bui.

c. kesehatan
Persiapan fisik diperlukan juga dalam bekerja. Tanpa fisik yang sehat seseorang tidak akan dapat bekerja dengan maksimal. Menjaga kondisi badan agar selalu sehat juga merupakan salah satu persiapan untuk bgabung dengan DJP. Seseorang yang sakit-sakitan tidak akan mampu bekerja apalagi bila yang sakit adalah rohaninya.ada pepatah yang mengatakan didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Semua syarat tindakan yang harus dipenuhi adalah sehat jasmani dan rohani.

d. ketrampilan dan keahlian
Dalam bekerja diperlukannya ketrampilan dan keahlian khusus seorang pegawai. Tanpa keahlian dan ketrampilan seorang pegawai tidak mampu bersaing dalam dunia kerja. Dengan keahlian tersebut seorang pegawai dapat mengerjakan pekerjaannya dengan baik. Selain itu DJP memerlukan seorang praktisi yang handal dan dapat diandalkan sehingga DJP dapat menghimpun penerimaan negeri.
Ketrampilan dan keahlian seseorang dapat diperolehnya dari macam-macam pendidikan baik formal maupun nonformal.Dengan mengikuti pendidikan-pendidikan ini kita dapat meningkatan ketrampilan dan keahlian kita.

Comments

Popular posts from this blog

Gathering LoL ke 3

Gathering Guild Game Online Ragnarok Online Guild : Legend of Light Server : Rebirth Idro Lokasi : Margo City Mall, Depok Tanggal : 2011

Flashback 1 Dekade

Bismillah “Bukanlah lingkungan yang membentuk Anda, namun cara Anda bereaksi pada lingkungan yang membentuk Anda.” – Anne Ortlund Tak terasa sudah hampir 10 Tahun (2008-2017) saya menjalani profesi sebagai pegawai Direktorat Jenderal Pajak, sebuah institusi yang amat krusial sebagai tulang punggung keuangan negara (lebih dari 75% APBN dipungut dari pajak). Saya berasal dari Purbalingga, Jawa Tengah. Sebuah kota di sebelah barat Provinsi Jawa Tengah. Anak dari kedua orang tua yang berprofesi sebagai PNS, Ayah seorang Guru SMP dan Ibu PNS Pemkab Purbalingga. Saya sebelumnya bersekolah di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara, Program Diploma I Spesialisasi Administrasi Perpajakan. Dimana tempat kuliahnya di Balai Diklat Keuangan III Yogyakarta di Kalasan, Sleman. Setelah kuliah, saya magang di KPP Pratama Wonosari, berlokasi di Jl. Ringroad Utara, Yogyakarta. Saya magang di Sub Bagian Umum dan Seksi Pelayanan. Setelah kurang lebih 1 Tahun menjalani proses magang di K...

Kuala Kapuas, Kota Air di Ujung Tenggara Kalimantan Tengah

Tanggal 28 November yang lalu, Setelah 8 Tahun berkerja di KPP Pratama Pangkalan Bun akhirnya saya dipindahkan di unit kerja KP2KP Kuala Kapuas dibawah naungan KPP Pratama Palangka Raya. Kuala Kapuas, sebuah kota kecil sebagai kota satelit bagi Banjarmasin karena lokasinya yang hanya ditempuh kurang lebih 1 jam dari Banjarmasin. Kota ini meskipun masuk ke wilayah Provinsi Kalimantan Tengah namun secara geografis, lebih dekat ke Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan dibanding ke Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya. Penduduk asli di Kabupaten Kapuas adalah suku bangsa  Dayak Ngaju , yang terdiri dari dua suku, yaitu uluh Kapuas – Kahayan yang mendiami sepanjang tepian sungai Kapuas - Kahayan bagian hilir dan tengah, dan uluh  Ots Danum  yang mendiami sepanjang tepian sungai Kapuas - Kahayan bagian hulu. Penyebaran penduduk di sepanjang tepian sungai tersebut, tidak dapat diperkirakan ruang dan waktunya secara tepat, karena tidak adanya peninggalan yan...