Skip to main content

Posts

Pangkalan Bun, Kota Manis di Ujung Barat Kalimantan Tengah

Pangkalan Bun, Ibukota Kotawaringin Barat Setelah 8 tahun saya mengabdi di KPP Pratama Pangkalan Bun, tidak afdal rasanya kalau saya tidak menceritakan sedikit mengenai sejarah Kotawaringin Barat. Menyusuri jejak-jejak sejarah Kerajaan Kotawaringin, terlebih dahulu harus mengetahui Kerajaan Banjar. Karena keturunan Raja Banjarlah yang mula pertama membangun Kerajaan Kotawaringin. Dengan kata lain bahwa Daerah Kerajaan Kotawaringin adalah di bawah kekuasaan Banjar pada mulanya. Sultan Musta’inubillah Raja Kerajaan Banjar berputera empat orang dan seorang putri masing-masing bernama: Pangeran Adipati Tuha, Dialah yang menjadi Raja di Kerajaan Banjar bergelar Sultan Inayatullah. Pangeran Adipati Anom Pangeran Antasari (Pahlawan Nasional) Pangeran Adipati Antakusuma Putri Ratu Ayu Karena masing-masing putra mahkota berminat untuk menjadi sultan memegang tampuk pimpinan kerajaan, membuat sang ayah harus berpikir bijaksana. Putra mahkota yang b...

Kuala Kapuas, Kota Air di Ujung Tenggara Kalimantan Tengah

Tanggal 28 November yang lalu, Setelah 8 Tahun berkerja di KPP Pratama Pangkalan Bun akhirnya saya dipindahkan di unit kerja KP2KP Kuala Kapuas dibawah naungan KPP Pratama Palangka Raya. Kuala Kapuas, sebuah kota kecil sebagai kota satelit bagi Banjarmasin karena lokasinya yang hanya ditempuh kurang lebih 1 jam dari Banjarmasin. Kota ini meskipun masuk ke wilayah Provinsi Kalimantan Tengah namun secara geografis, lebih dekat ke Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan dibanding ke Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya. Penduduk asli di Kabupaten Kapuas adalah suku bangsa  Dayak Ngaju , yang terdiri dari dua suku, yaitu uluh Kapuas – Kahayan yang mendiami sepanjang tepian sungai Kapuas - Kahayan bagian hilir dan tengah, dan uluh  Ots Danum  yang mendiami sepanjang tepian sungai Kapuas - Kahayan bagian hulu. Penyebaran penduduk di sepanjang tepian sungai tersebut, tidak dapat diperkirakan ruang dan waktunya secara tepat, karena tidak adanya peninggalan yan...

Ravannisa Zafirania Radya

Purbalingga, 17 Maret 2015 Ravannisa Zafirania Radya (Semoga menjadi Wanita Sholehah laksana Cahaya, Cantik seperti Batu Safir, serta diberikan kesejahteraan dalam hidup) Saat itu matahari sedang terik-teriknya, posisi saya di Pangkalan Bun sedangkan istri di Purbalingga, usia kehamilan istri sudah 9 bulan dan tiket pesawat telah di tangan untuk keberangkatan H-3 HPL. Tidak ada firasat pada hari itu istri akan melahirkan, karena pagi Ia hanya menyampaikan kabar baik-baik saja, namun saat akan istirahat siag tiba-tiba ia mengirim whatsapp yang isinya mengabarkan telah pembukaan 1, sontak kaget dan sesegera mungkin mencari jalan untuk mudik ke jawa, namun apa daya tiket penerbangan untuk hari ini habis, tinggal penerbangan ke Pontianak sore ini dan apesnya dikabari kalau Bandara A. Yani Semarang besok dipakai untuk latihan AAU sehingga penerbangan diundur hingga siang hari. Ingat bahwa adik saya berkerja di Pontianak, maka saya segera memesan tiket pesawat tujua...

Film “Dua Sisi” 713 Art Cinema Tembus 30 Besar Lomba Film Anti Korupsi DJP 2014

Pangkalan Bun - Ada hal yang cukup mengejutkan dan menarik perhatian para pegawai pada homepage portal DJP hari Senin lalu (12/11/14), DJP mengumumkan 30 Nominasi Film Pendek tentang Anti Korupsi yang diselenggarakan oleh Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur atau lebih dikenal dengan sebutan Direktorat KITSDA. KPP Pangkalan Bun sebagai salah satu peserta mestinya bersyukur dan bangga karena instansinya yang terletak di sebuah kota kecil di provinsi Kalimantan Tengah termasuk dalam nominasi tersebut. Film yang berdurasi sekitar 4 menit dengan judul “Dua Sisi” lolos seleksi tim internal dan masuk dalam nominasi 30 besar. Ditemui disela jam kerjanya Arswendy D. (24) selaku sutradara sekaligus kameraman mengaku tidak menyangka film hasil usaha timnya mampu menembus angka 30 besar, dia juga optimis film tersebut mendapat perhatian lebih dari dewan juri nantinya. Pendapat serupa juga dilontarkan oleh Pradhana Wiku R. (26) selaku penulis naskah , “ Film ini mem...

Sebentar lagi aku jadi Ayah...

Dear Blogger Tak terasa sudah 5 bulan lamanya "dedek" panggilan kesayangan kami kepada sang bayi berenang-renang dengan riang gembira di perut bunda nya. Ada kisah haru dan konyol ketika mengawali proses ini, begini ceritanya... #kemudiansinarredup Sekitar bulan Juni akhir, di bulan ramadhan tahun 2014. Setelah 6 bulan lamanya istri tersayang ikut ke kota manis pangkalan bun dan menjalani biduk rumah tangga, namun ternyata Tuhan belum memberikan anugerah terindahnya kepada kami berdua yakni si buah hati. Hingga akhirnya di hari jumat (klo ga salah) 2 hari menjelang istri mudik ke kampung halaman, si istri telat sekitar beberapa hari. Namun karena bulan-bulan kemarin pernah gitu jadi kami cuek aja hingga saat sore hari sehabis solat ashar saya cerita ke beberapa teman mengenai hal ini, oleh salah satu teman saya disarankan segera cek kehamilan istri karena istri dia yang hamil kasusnya hampir serupa. Berbekal motivasi dari temen akhirnya pulang kantor saya cu...

The Culinary Club, sebuah manifestasi dari rasa haus kebersamaan...

Dear Blogger, setelah sekian bulan lamanya tidak menulis, akhirnya saya mencoba untuk kembali meramaikan blog sederhana ini yang dulu pernah berjaya #ahyangbonenglugan sudah cukup lama diri ini penempatan di KPP Pratama Pangkalan Bun tercinta (1 Desember 2008 - sekarang) artinya sudah banyak hal yang saya alami disini #yaiyalah. Selama itulah banyak yang mutasi pindah dan datang, anak baru silih berganti, mutasi kasi dan lainnya. Saya di tahun ini diberikan amanat oleh yang terhormat Bapak Kepala KPP sebagai Juru Sita yang bertempat di Seksi Penagihan, istilahnya saya diangkat dari sebelumnya Petugas TPT bagian NPWP menjadi Juru Sita (dari lantai 1 ke lantai 2). Pengangkatan ini melambungkan imajinasi saya kepada film korea berjudul "Jang Geum" atau "Dong Yi" dimana pemeran utama nya mendapat kenaikan pangkat jabatan dari Perawat Istana dan Pemusik Istana menjadi Dokter Istana dan Selir Raja. Ada rasa kebanggaan pastinya, namun seperti pepatah mengatakan ...

Tax Goes To Campus 2014 KPP Pratama Pangkalan Bun

Seru, edukatif dan menyenangkan…. begitulah komentar mahasiswa Untama yang telah mengikuti kegiatan TGTC 2014 yang diselenggarakan oleh KPP Pratama Pangkalan Bun berkerjasama dengan Universitas Antakusuma Pangkalan Bun. TGTC 2014 bertemakan “Tunjukan Kreasimu, Cintai Negerimu dan Bangga Bayar Pajak”. Dalam acara ini diselenggarakan pula Lomba Selfie, Fotografi bertema nasionalisme dan Essay bertema mahasiswa dan pajak. Lomba Selfie dan Fotografi dilaksanakan melalui media online facebook KPP Pratama Pangkalan Bun dimana peserta yang ikut serta diharuskan mentag akun fb KPP Pratama Pangkalan Bun pada foto yang diikut sertakan. Sedangkan untuk Lomba Essay, peserta diharuskan mensubmit softcopy materi lomba essay ke email KPP Pratama Pangkalan Bun. Puncak acara TGTC 2014 tanggal 9 Oktober 2014 berlangsung di halaman Kampus Universitas Antakusuma (Untama) dengan dihadiri oleh Bapak Ujang Iskandar selaku Bupati Kotawaringin Barat dan Ketua Yayasan Kotawaringin, Segenap Pimpinan SKPD ...